Filipina Pesta Gol karena Skema Serangan Monoton dan Garis Pertahanan Tinggi Indonesia

oleh

gonzalesSeusai Filipina mencatatkan kemenangan pertama atas Indonesia dalam 80 tahun terakhir, komentator Fox Sports yang bertugas menganalisis pertandingan menyoroti lini pertahanan Indonesia.

“Tak berstruktur dan tak bersistem,” ujarnya.

Indonesia memang bermain sangat buruk pada laga ini. Perubahan susunan pemain yang dilakukan pelatih Alfred Riedl tak membuahkan hasil. Lebih jauh, strategi yang ia terapkan benar-benar gagal total untuk menandingi Filipina dengan tim intinya yang berisikan delapan pemain naturalisasi.

Ruang Tengah yang Kosong, Bola Panjang yang Tak Efektif

Pada artikel kami sebelum laga ini digelar, kami menuliskan beberapa hal yang bisa dipraktekkan Indonesia untuk mengalahkan Filipina. Pada artikel tersebut, kami menyebutkan bahwa Indonesia membutuhkan pemain dengan kreatifitas tinggi pada pos gelandang bertahan untuk menguasai lini tengah.

Saat itu kami pun menyarankan agar Firman Utina diturunkan dari menit awal.

Sang kapten pun benar-benar diturunkan sejak menit pertama oleh Riedl. Bahkan, seperti dugaan kami, Firman diduetkan bersama gelandang Mitra Kukar, Raphael Maitimo. Namun skema ini seolah dinegasikan sendiri oleh Riedl dengan memainkan dua penyerang sekaligus, yaitu Sergio van Dijk dan Samsul Arif. (detik)