PBSI Enggak Bisa Andalkan Tontowi/Liliyana Terus

oleh

PBSI telah mengonfirmasi bahwa mereka akan melakukan sejumlah perubahan di tahun depan, salah satunya dengan ‘menceraikan’ pasangan Praveen Jordan/Debby Susanto. Artinya, turnamen BWF Super Series Final 2017 menjadi laga terakhir buat mereka yang sudah berduet kurang lebih empat tahun.

Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PBSI, Susy Susanti membeberkan alasan perubahan ini. Menurutnya, Praveen/Debby butuh penyegaran. Selain itu, salah satu alasan mendasar adalah pasangan ganda campuran sepanjang tahun ini hanya mampu merebut tiga gelar juara di Swiss Terbuka, Australia Terbuka, dan Kora Terbuka.

“Penampilan Praveen/Debby di turnamen terakhir memang kurang memuaskan. Mereka memang butuh penyegaran, sepertinya memang stuck. Seharusnya Praveen/Debby bukan hanya menjadi pelapis Tontowi/Liliyana, tapi juga mendampingi dan bisa berbagi beban,” ujar Susy seperti dikutip dari Badmintonindonesia, Rabu (20/12/2017).

Praveen nantinya akan berpasangan dengan Melati Daeva Oktavianti. Sedangkan Debby dengan Ricky Karanda Suwardi. Susy berharap baik Praveen/Debby bisa lebih termotivasi bersama pasangan baru.

Sementara itu, soal capaian Tontowi/Liliyana, Susy tak dapat berkomentar banyak. Menurutnya, pasangan peraih medali emas Olimpiade Rio de Janeiro 2016 sudah berusaha maksimal di turnamen BWF Super Series Final 2017.

“Hasil di Dubai itu mungkin memang hasil maksimal buat Tontowi/Liliyana, mengingat dari usia Tontowi/Liliyana. Tahun depan mereka mungkin masih bisa main untuk jangka pendek, karena sifat profesionalisme mereka yang sangat baik,” tutur Susy.

“Saat ini kami mencari komposisi pasangan ganda campuran yang terbaik, yang diharapkan bisa segera ke atas, karena sudah tidak bisa menunggu lagi. Kami tidak bisa mengandalkan Tontowi/Liliyana terus,” tukas Susy.

(sindonews)