Real Madrid sang Pengukir Rekor Liga Champions

oleh

KEBERHASILAN Real Madrid di Liga Champions menjadi sebuah pencapaian besar bagi pelatih Zinedine Zidane. Pasalnya di musim debutnya bersama Los Blancos –julukan Madrid, pelatih berkepala plontos tersebut mengantarkan raksasa Liga Spanyol meraih trofi Liga Champions. Hebatnya semusim berselang, Zidane melakukan hal serupa.

Hal ini tentunya menjadi hal yang sangat dibanggakan, mengingat kompetisi ini merupakan ajang sepakbola paling prestisius se-Eropa dan melibatkan klub-klub besar Benua Biru. Sebenarnya ini bukan hal pertama yang dilakukan raksasa Spanyol tersebut.

Sebelumnya mereka sempat juara ajang yang sama lima musim beruntun! Sebut saja pada 1956, 1957, 1958, 1959 dan 1960. Namun saat itu, kompetisi ini masih bernama Piala Champions atau lebih dikenal European Champion Clubs.

Tapi setelah berganti nama dan format pada 1992-1993, Madrid yang menjadi satu-satunya klub yang memenangkan dua gelar Liga Champions secara berurutan. Perjalanan Los Blancos memang setimpal dengan apa yang mereka peroleh selama dua musim terakhir. Pada musim 2015-2016, Madrid tergabung di Grup A dan bersaing dengan raksasa Liga Prancis, Paris Saint Germain (PSG) dan raksasa Ukraina, Shakhtar Donetsk.Saat itu Madrid keluar sebagai juara grup, mengungguli PSG di posisi dua.

Setelah melewati babak penyisihan grup, Madrid akhirnya melaju ke 16 besar. Saat itu, Cristiano Ronaldo dan kawan-kawan menekuk AS Roma dan memastikan diri untuk maju ke babak delapan besar. Perjuangan Madrid sempat teruji ketika berhadapan dengan Wolfsburg. Pasalnya, mereka sempat kalah dengan skor 0-2 di leg I. Tapi mereka mengejar ketertinggalan dengan menang 3-0 pada leg I.

Melaju ke semifinal, kesabaran Madrid kembali diuji ketika bertemu dengan Manchester City. Namun, mereka kembali lolos setelah meraih kemenangan 1-0 di leg II. Melaju ke babak final, Madrid berhadapan dengan Atletico Madrid yang merupakan rival sekotanya. Kedua tim terus memberikan perlawanan sengit, hingga akhirnya Madrid meraih kemenangan 5-3 di babak adu penalti.

Berbeda dengan musim sebelumnya, pada Liga Champions 2016-2017, Madrid kini menempati klasemen Grup F. Saat itu mereka berhadapan dengan Borussia Dortmund, Legia Warsaw dan Sporting CP. Saat itu, Cristiano Ronaldo dan kawan-kawan harus puas finis di posisi dua di bawah Dortmund.

Setelah lolos dari penyisihan grup, Madrid harus menjamu Napoli di 16 besar Liga Champions. Anak didik Zidane ini tampil moncer sehingga mampu meraih kemenangan dengan agregat 6-2.

Kesulitan mulai terjadi ketika Madrid bertandang menuju markas Bayern Munich di babak delapan besar. Namun, semangat dan kepercayaan diri yang kuat telah membatu Madrid meraih kemenangan dengan agregat 6-3.

(Foto: REUTERS/Susana Vera)

Madrid kembali berhadapan dengan rival sekotanya, Atletico Madrid di partai semifinal hingga akhirnya mereka meraih kemenangan dengan agregat 4-2. Di partai puncak, Madrid mengalahkan Juventus dengan skor meyakinkan 4-1.

Saat ini Madrid dalam ambisi mencetak rekor baru, yakni jadi tim pertama yang juara Liga Champions tiga musim beruntun. Madrid pun dalam tren yang benar dengan lolos ke 16 besar Liga Champions 2017-2018. Di fase tersebut mereka akan menghadapi Raksasa Prancis, PSG.

(Okezone)