Arsitek Lintasan MotoGP di Palembang Hadapi Kendala

oleh

Desainer arena pacuan kuda besi ternama di dunia, Hermann Tilke membeberkan tantangan terkait pembangunan Sirkuit MotoGP di Palembang, Sumatera Selatan. Arsitek asal Jerman menuturkan bahwa hal yang membuat pembangunan agak sulit lantaran lintasan berada di sebelah venue dayung.

“Lintasan tersebut sedang di bangun di sebelah venue dayung untuk Asian Games 2018. Karena medannya berupa rawa, jadi harus ditumpuk agar tidak berada di bawah air saat pasang. Itu yang mempersulit tugas kami. Meski begitu, kami dalam perencanaan eksekusi. Beberapa arsitek kami telah terbang ke sana (Palembang) setelah membahas lebih banyak diskusi teknis di Singapura,” kata Tilke, dilansir Speedweek, Selasa (2/1/2018).

Landasan pacuan kuda besi di Kompleks Olahraga Jakabaring memiliki panjang 4,2 km dengan tiga trek lurus. Rata-rata pembalap MotoGP akan memacu kecepatannya hingga 172km/jam dengan waktu putaran diperkirakan menyentuh 1 menit 30 detik.

Terkait kesiapan Indonesia menjadi tuan rumah MotoGP, Tilke tidak bisa menjelaskan secara rinci mengenai kapan tepatnya. Namun ada indikasi jika itu akan terjadi pada 2019 mendatang.

2019 itu realistis. Entah itu benar-benar terjadi pada 2019 atau 2020, saya tidak bisa mengatakannya sekarang. Tapi dari sisi kita sebagai pembangun, 2019 itu realistis. Seluruh arena pacuan kuda dibangun dalam satu gerakan. Pada 2019, seluruh infrastruktur sudah tersedia. Semuanya akan ada disana,” jelas Tilke.

(sindonews)