Bali United Prioritaskan Piala AFC

oleh

Bali United di ambang dua pilihan. Tim berjuluk Serdadu Tridatu ini bakal bermain di semifinal Piala Presiden 2018 dan Piala AFC di waktu yang hampir secara bersamaan.

Armada Hans Peter-Schaller bakal melawan Sriwijaya FC di babak empat besar dalam laga dua leg. Pertama, di kandang Sriwijaya FC pada 11 Februari 2018. Lalu, pada 14 Februari 2018, Bali United akan menjamu Sriwijaya FC di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar.

Di Piala AFC, Bali United akan berhadapan dengan Yangon United (Myanmar) pada 13 Februari 2018 di Stadion Kapten Dipta. Jadwal yang padat membuat Serdadu Tridatu mengambil kebijakan.

Pada leg kedua melawan Sriwijaya FC, Bali United bakal menurunkan lapis kedua. Itu pernah Serdadu Tridatu lakukan di babak penyisihan grup Piala Presiden demi bertarung di Liga Champions Asia.

“Ya mungkin kita optimalkan laga pertama mengingat prioritas kami tetap Piala AFC. Tapi mungkin dalam strategi nanti mudah-mudahan dua-duanya bisa jadi prioritas. Apalagi kualitas tim kedua kita juga sama dengan tim utama,” ujar pemilik Bali United, Pieter Tanuri.

Semifinal Adalah Bonus

Bali United tidak terkalahkan sepanjang Piala Presiden. Serdadu Tridatu melewati babak penyisihan tanpa cacat.

Tiga kemenangan diraih Bali United pada babak penyisihan. Di ronde delapan besar, Serdadu Tridatu berhasil mengandaskan perlawanan Madura United dengan skor 7-6 lewat adu tendangan penalti.

“Ini tentunya kami sangat bersyukur dapat melangkah ke babak semifinal, ini bonus buat kami. Yang penting sama-sama pengertian juga dengan panitia mengingat mereka sudah mati-matian menyiapkan jadwal,” papar Pieter.

“Apalagi kita juga sudah memiliki dua tim. Sekali lagi kita syukuri nantinya tidak legowo, malah kita lepas,” lanjutnya.

Kepercayaan Diri Tinggi
Menurut Pieter, Bali United tengah dalam kepercayaan diri yang tinggi. Meskipun bakal menurunkan pemain lapis kedua, Serdadu Tridatu tidak takut menghadapi Sriwijaya FC.

“Kita sama-sama memiliki dua kaki. Kalau kaki mereka ada empat, tentunya bakal berbeda,” tutup Pieter.

 

(liputan6)