3 Pemain Asing yang Melempem di Pekan Perdana Liga 1

oleh

Pekan pembuka Go-Jek Liga 1 bersama Bukalapak menjadi panggung pemain asing untuk unjuk gigi. Fernando Rodriguez Ortega contohnya. Penyerang Mitra Kukar tersebut berhasil membukukan dua gol saat timnya menahan imbang 2-2 Arema FC.

Wiljan Pluim juga menjadi legiun impor yang menonjol pada partai pertama Liga 1. Gelandang asal Belanda tersebut sukses membukukan satu gol dan satu assist untuk membawa timnya, PSM Makassar unggul 2-0 dari PSIS Semarang.

Total, tujuh pemain asing terlibat dalam 18 gol yang hadir di pekan pertama Liga 1. Hanya partai Peripura Jayapura melawan Persela Lamongan (2-1) dan Bali United kontra PSMS (1-0) yang tidak mencatatkan nama legiun impor di papan skor.

Partai Persib Bandung menghadapi PS TIRA dapat dijadikan tolok ukur hegemoni pemain asing. Dalam pertandingan yang berakhir imbang 1-1 itu, gol yang tercipta lahir dari moncernya kualitas legiun impor.

Ezechiel N’Douassel dan Alexandar Rakic merebut panggung partai perdana Liga 1 dari pemain lokal. Khusus nama terakhir, golnya di detik-detik akhir pertandingan membuyarkan kemenangan di depan mata Persib.

Meski begitu, tidak semua peran menonjol diperagakan oleh pemain asing di partai pertama Liga 1. Bahkan, ada beberapa legiun impor yang performanya jauh di bawah eskpektasi.

Marko Simic

Simic gagal tampil gemilang di pekan pertama Liga 1. (Bola.com/Teguh Iman Mulia)

Ada apa dengan Marko Simic? Kegagalannya dalam membobol Bhayangkara FC, membuat penyerang Persija Jakarta ini kini mandul dari tiga pertandingan.

Sebelumnya, Simic telah dua kali gagal mencetak gol saat Persija menghadapi Song Lam Nghe An pada kancah Piala AFC 2018 dalam dua leg. Pemain berusia 30 tahun ini dinilai tengah kehabisan bensin setelah tampil memukau di turnamen pramusim.

Melawan Bhayangkara FC, Simic mati kutu di tangan bocah berusia 19 tahun, Nurhidayat Haji Haris. Pergerakannya berulang kali berhasil diredam oleh bek Timnas Indonesia U-19 itu.

Menurut catatan Labbola, Simic hanya mampu melepaskan tiga tembakan. Tapi, hanya satu yang berhasil mengenai sasaran.

Paulo Sergio

Paulo Sergio menjadi pemain asing kedua yang performanya melempem di pekan perdana Liga 1. Kala membela Bhayangkara FC menghadapi Persija, gelandang berusia 34 tahun tersebut tidak tampil penuh.

Pelatih Bhayangkara FC, Simon McMenemy menariknya di menit ke-71 untuk digantikan oleh Dendi Sulistyawan. Pemain asal Portugal itu tampak tidak mobile sepanjang pertandingan.

Permainan Sergio saat mengahadapi Persija tidak menunjukkan statusnya sebagai pemain terbaik Liga 1 musim lalu. Ia terlihat kurang berkembang selama 71 menit berada di atas lapangan.

Simon ternyata berspekulasi untuk menurunkan Sergio melawan Persija. Selepas pertandingan, sang pelatih mengakui bahwa mantan pemain Sporting Lisbon tersebut baru sembuh dari cedera hamstring.

Kondisi itu yang menyebabkan permainan Sergio cukup mengecewakan di pekan perdana Liga 1. Eks Timnas Portugal U-21 diharapkan dapat kembali ke performa terbaiknya pada pertandingan berikutnya.

Gustavo Lopez

Gustavo Lopez melempem di pekan perdana Liga 1. (Liputan6.com/Rana Adwa)

Banyak pihak yang meragukan kualitas Gustavo Lopez setelah ditolak Arema FC sebelum Liga 1 bergulir. Apa daya magis gelandang Argentina itu telah benar-benar habis?

Tidak butuh waktu lama untuk Lopez menemukan klub yang berminat memakai jasanya di musim ini. PS TIRA menjadi pelabuhan pertamanya setelah sempat absen selama setahun dari lapangan hijau karena cedera parah.

Pelatih PS TIRA, Rudy Eka Priyambada menurunkan Lopez sebagai starter pada partai pertama melawan Persib Bandung. Lopez tidak banyak terlibat dengan permainan tim di babak pertama.

Usai jeda turun minum, batang hidung Lopez tidak kelihatan di atas lapangan. Ternyata, Rudy Eka menariknya lebih awal untuk digantikan oleh Firmansyah.

Rudy Eka sepertinya kecewa dengan permainan Lopez saat menghadapi Persib. Pergerakannya memang tidak lagi selincah dulu sebelum diterpa cedera putus otot betis.

(Liputan6)