PSMS Medan Resmi Kontrak Pemain Asal Uzbekistan

oleh

PSMS Medan resmi merekrut gelandang asal Uzbekistan, Dilshod Sharofetdinov, untuk memperkuat lini tengah skuat Ayam Kinantan dalam mengarungi Liga 1 2018.

Pelatih Kepala PSMS Medan, Djajang Nurjaman mengatakan, mantan pemain T-Team FC Malaysia tersebut dikontrak dengan durasi selama satu musim. Keputusan diambil PSMS setelah memantau perkembangan Dilshod cukup lama.

“Sudah kita kontrak. Kita pantau cukup lama, sekitar 10 hari lebih. Hari ini kita putuskan,” kata pelatih yang biasa disapa Djanur itu, Selasa (13/3/2018).

Dikontraknya pemain berusia 32 tahun itu membuat kuota pemain asing di kubu Ayam Kinantan terpenuhi. Untuk saat ini, Djanur mengaku masih mencari pemain lokal dengan tipikal menyerang demi melengkapi skuat PSMS di kompetisi 2018.

“Untuk pemain asing sudah terpenuhi. Pemain lokal masih kita pantau. Nanti ada Piala Indonesia, jadi masih membutuhkan striker lokal. Untuk dua pemain U-23 masih belum kita tetapkan,” ujar Djanur.

Pembenahan Tim

Dilshod Sharofetdinov (Liputan6.com/Reza Efendi)

PSMS terus melakukan pembenahan pemain. Salah satunya dengan mendatangkan sejumlah pemain, baik pemain lokal maupun pemain asing.

PSMS sempat mendatangkan pemain asing berkebangsaan Afghanistan berposisi sebagai gelandang, yaitu Sharif Khamayuni. Setelah melakukan evaluasi, PSMS resmi mencoret Sharif.

Saat di PSMS, Sharif telah dua kali tampil di partai uji coba melawan Putra Buana dan Semen Padang. Dari penampilannya, dianggap tidak menampilkan permainan yang sesuai dengan keinginan Pelatih Kepala PSMS, Djajang Nurjaman.

Dicoretnya Sharif semakin diperkuat setelah nama pemain kelahiran Makhachkala, Rusia, 21 Maret 1990, itu tidak masuk daftar skuat PSMS untuk menjalani Training Center (TC) ke Yogyakarta beberapa waktu lalu.

Pantau Stadion Teladan
Disinggung mengenai kondisi Stadion Teladan yang merupakan kandang Ayam Kinantan untuk mengarungi Liga 1 2018, Djanur selama ini pelatih asal Jawa Barat tersebut hanya mendengar tanpa melihat langsung kondisi homebase dari PSMS.

“Tadi saya tinjau. Selama ini saya hanya dengar dari orang lain terkait kondisi Teladan. Saya ingin meyakinkan sendiri, dan saya ada waktu datang ke sana,” kata Djanur.

Menurut Djanur, saat ini kondisi Stadion Teladan yang harus diperhatikan adalah rumput lapangan. Dia mengatakan, dengan sedikit perbaikan,stadion kebanggan Kota Medan itu sudah bisa dipakai.

“Kalau saran saya jangan tunggu nanti dipotongnya. Takutnya seperti di Gelora Bandung Lautan Api, sehingga akar putihnya yang kelihatan. Sekarang harusnya dipotong. Nanti dipupuk lagi potong lagi, jangan dibiarkan seperti ini,” ujarnya.

Namun begitu, Djanur senang Stadion Teladan bisa digunakan sebagai kandang PSMS Medan untuk menjamu tim lawan di kompetisi Liga 1 2018.

“Saya bukan ahlinya, tapi saya rasa seperti itu. Saya senang melihatnya bisa dipakai untuk kompetisi nanti,” Djanur menandaskan.

(Liputan6.com)