Amir Khan Minta Canelo Dihukum Seumur Hidup

oleh

Petinju Inggris, Amir Khan mengatakan hukuman skorsing enam bulan buat Saul Canelo Alvarez terlalu ringan buat kesalahan yang diperbuatnya. Menurut Khan seorang yang terbukti bersalah menggunakan doping, tentunya telah lama melakukannya. Ia menyebut Canelo pasti juga menggunakan hal tersebut saat memukulnya KO pada 7 Mei 2016 lalu.

“Sekali orang terbukti menggunakan, ia memang pengguna,” ejek Khan. “Canelo akan dikenang bukan karena prestasinya bertinju, tetapi sebagai seorang pengguna doping. Enam bulan itu tidak berarti.

Ini seperti memberi pesan kepada para petinju muda bahwa boleh menggunakan obat terlarang. Memangnya kenapa?” “Jika Canelo boleh, pasti yang lain pun bisa. Ini contoh yang sangat buruk. Waktu enam bulan hanya berarti satu pertarungan. Ia bisa memanfaatkan waktu menjalani operasi lutut saat menjalani skorsing dan saat kembali dia akan menjadi lebih kuat,” lanjut Khan.

“Saya telah bertinju selama lebih dari sepuluh tahun dan tak pernah betrpikir untuk menggunakan obat-obatan. Mereka yang melakukan kecurangan secara sengaja dengan mengonsumsi doping harus dihukum seumur hidup. Tidak ada harganya dalam dunia olahraga,’ ungkap Khan.

Komisi Atletik Negara Bagian Nevada memberikan keringanan hukuman buat Canelo menjadi enam bulan karena petinju Meksiko ini dianggap bisa bekerjasama dan tidak mempersulit penyelidikan kasusnya.

Memang banyak pihak yang menuntut agar Canelo mendapat hukuman antara dua tahun hingga seumur hidup. Sementara Canelo selalu berkilah dirinya adalah korban dari pengonsumsi daging sapi dari Meksiko yang telah terkontaminasi bahan kimia.

Khan akan kembali ke atas ring untuk pertamakalinya setelah kekalahan menghadapi Canelo, dengan menghadapi petinju Kanada, Phil Lo Greco di Echo Arena, Liverpool, Sabtu (21/4/2018) ini.

“Saya akan membuktikan kepada dunia bahwa saya masih memiliki kemampuan untuk menjadi juara dunia. Di usia 31 ini saya masih akan mampu menghadapi pertarungan-pertarungan besar di masa depan,” janji Khan.

(Kompas.com)