Didenda Rp 300 Juta, Arema FC Legowo Terima Sanksi Komdis PSSI

oleh

Komisi Disiplin PSSI menjatuhkan sanksi kepada Arema FC terkait kerusuhan yang terjadi pasca laga Arema FC melawan Persib Bandung di Stadion Kanjuruhan, Kepanjen, Kabupaten Malang.

Pihak manajemen Arema FC menerima salinan surat pertama dari PSSI dengan nomor 022/L1/SK/KD-PSSI/IV/2018 tentang keterangan mengenai laku buruk suporter yang berakibat pada denda 250 juta.

Surat kedua yang diterima dengan nomor 023/L1/SK/KD-PSSI/IV/2018 mengenai tingkat laku buruk panitia pelaksana (Panpel) pertandingan.

Di poin tersebut dijelaskan bahwa Panpel gagal memberikan rasa nyaman pada perangkat pertandingan gagal meredam lemparan botol dan sepatu sehingga mengakibatkan pelatih Persib Bandung Mario Gomes. Akibatnya, Panpel diberikan denda Rp 50 juta, jadi total denda yang diberikan ke Arema yakni Rp 300 Juta.

Menanggapi denda tersebut pihak manajemen Arema FC, Sudarmadji, menerima dengan lapang dada sanksi tersebut. Namun manajemen hanya akan berkirim surat terkait penjelasan teknis hukuman penutupan tribun timur di dua pertandingan.

“Kita istikomah, cuma akan berkirim surat teknis sebagian tribun timur yang dimaksud seperti apa teknisnya,” pungkasnya.

Sebelumnya, kerusuhan pecah pasca pertandingan Arema FC melawan Persib Bandung. Setidaknya 220 orang dirawat di beberapa rumah sakit, sementara satu penonton meninggal dunia pada Rabu 18 April 2018. Kebanyakan korban menderita perih di mata akibat semprotan gas air mata dan sesak nafas akibat berdesak – desakan.

Pertandingan tersebut sendiri berakhir imbang 2 – 2 hingga menit 92 dari 93 menit yang seharusnya dilaksanakan. Ini dikarenakan kerusuhan pecah sebelum wasit Handri Kristanto meniup peluit panjang tanda berakhirnya pertandingan.

(Okezone)