Liverpool ke Semifinal Liga Champions, Pep Guardiola Kritisi Wasit

oleh

Bermain di markas Manchester City, stadion Etihad dalam lanjutan leg kedua Liga Champions, Liverpool berhasil lolos ke fase semifinal Liga Champions. Ini setelah mereka membungkam tuan rumah dengan skor 2-1.

Meskipun sempat tertinggal terlebih dahulu berkat gol Gabriel Jesus pada menit ke-2 babak pertama tidak membuat hasrat sebagai pemenang redup. Terbukti bahwa Liverpool mampu menangani tekanan dari The Citizens setelah Mohamed Salah memasukkan bola ke gawang yang dijaga oleh Ederson pada menit ke-56, dan Roberto Firmino menutup kemenangan The Reds pada menit ke-77 dengan jumlah gol 5-1.

Manajer Liverpool Jurgen Klopp mengatakan performa gemilang para pemainnya merupakan bukti bahwa anak asuhnya datang ke markas City bagaikan “angin puting beliung” dan mengalahkan City tanpa tersisa.

“Kami berhasil mencetak 5 gol ke gawang Manchester City dan hanya kemasukkan 1 gol. Jumlah gol seperti ini jarang terjadi,” ujar Klopp kepada BBC.

Menurut Klopp, anak asuhnya berhasil menemukan titik buntu setelah sepanjang babak pertama hanya memiliki 2 atau 3 kesempatan. Namun, berkat kesempatan di babak pertama tersebut, anak asuh Klopp berhasil memaksimalkan titik lemah dari pertahanan Manchester City di babak kedua.

Selain itu, manajer asal Jerman tersebut mengaku terkejut setelah mendengar Barcelona disingkirkan AS Roma. Diketahui AS Roma mengukir sejarah dengan lolos ke semifinal Liga Champions untuk pertama kalinya dengan membungkam Barcelona 3-0 (4-4), dan unggul agresivitas di kandang lawan.

Menurut Klopp, hal tersebut sangat luar biasa, apalagi mengingat pemain bintang mereka kala itu Mohamed Salah dijual pada Liverpool dan menjadi pemain andalan The Reds.

Meski begitu, ia tidak meremehkan AS Roma. Justru menurut dia kompetisi Liga Champions sangat adil dimana sebuah partai final diprediksi antara Manchester City melawan Barca, tetapi kenyataannya mereka telah tersingkirkan.

“Masih ada 2 tim yang sangat kuat termasuk Roma dan juga para pemain saya. Kita akan melihat apa yang akan terjadi, tapi untuk saat ini saya tidak ingin memikirkan hal tersebut,” ujarnya.

Pep Protes Kinerja Wasit

Dengan kekalahan dini hari tersebut membuat kubu Manchester City mengalami tiga kekalahan beruntun, 2 ketika melawan Liverpool di ajang Liga Champions, dan 1 melawan Manchester United di ajang Liga Inggris.

Pep mengatakan bahwa para pemain harus secepat mungkin bangkit dari tekanan. Sebab, mereka akan bertandang ke markas Tottenham di ajang Liga Inggris.

Dilansir dari BBC, Pep mengungkapkan bahwa para pemainnya bermain sangat bagus pada babak pertama – dengan 3 pemain belakang yang mampu menciptakan peluang dan menghalau serangan balik dari para pemain Liverpool. Namun, pada babak kedua permainan anak asuhnya tidak berjalan seperti babak pertama.

Di samping itu, manajer asal Spanyol tersebut menyalahkan keputusan yang diambil oleh wasit pada pertandingan tersebut. Ia menjelaskan bahwa seharusnya gol Leroy Sane sah dengan begitu kedudukan menjadi 2-0.

Namun, wasit memutuskan bahwa Sane telah berada dalam posisi offside terlebih dahulu. Selain itu, keputusan wasit lainnya yang dianggap merugikan timnya ialah ketika Raheem Sterling dilanggar oleh Andrew Robertson pada babak pertama.

Sepanjang babak kedua, Pep Guardiola tidak berada di pinggir lapangan, ia menempati kursi penonton VIP dikarenakan tindakannya yang protes berlebihan atas keputusan wasit Antonio Mateu Lahoz.

“Saya hanya bilang bahwa ia [Antonio] salah, saya tidak menghina dia. Saya hanya memberitahu bahwa Andrew Robertson melanggar Raheem Sterling dan juga Sane jelas itu adalah gol,” ujar Pep.

Menurut Pep, bola yang didapat oleh Sane di depan gawang Liverpool datangnya dari James Milner yang merupakan pemain Liverpool. Pep mengatakan bahwa apabil gol tersebut [Sane] tidak dianulir maka dampak yang akan terjadi akan berbeda dengan hasil akhir kekalahan Manchester City. (Pambudi Sasmaya)

(PR)