Morata Menyesal Usai Ngamuk di Dalam Lapangan

oleh

Penyerang Chelsea, Alvaro Morata, telah meminta maaf atas reaksi marahnya dalam pertandingan saat bertandang melawan Burnley di Turf Moor pada Jumat (20/4/2018) dini hari WIB. Dalam pertandingan tersebut Chelsea sukses menang tipis dengan skor 2-1.

Mantan pemain Real Madrid tersebut mengaku kesal setelah pelatih Antonio Conte memutuskan untuk menggantinya pada menit ke-19. Saat itu Morata digantikan oleh Eden Hazard yang masuk setelah diistirahatkan menjelang Semifinal Piala FA melawan Southampton.

Pelatih berkebangsaan Italia tersebut memasangkan Morata dengan Olivier Giroud dalam dua pertandingan Chelsea. Dan terbukti dua penyerang itu berhasil membuat anak didik Sean Dyche kelimpungan.

Morata sendiri hampir saja mencetak gol untuk Chelsea ketika ia melepaskan sepakan keras menuju jala gawang Nick Pope. Nahas si kulit bundar masih melebar dan hanya membuahkan goal kick. Setelah kejadian tersebut Conte mulai memberi aba-aba untuk menarik pemain berkebangsaan Spanyol tersebut.

Kesal dengan keputusan Conte, Morata lantas melemparkan sepatunya berserta pelindung kaki yang ia kenakan ke atas rumput. Namun, selang beberapa menit kemudian Morata mengungkapkan penyesalan atas perbuatan yang telah ia lakukan dengan marah-marah di lapangan.

Melalui akun media sosial, Twitter-nya, Morata mengaku menyesal telah bertindak kurang baik dan memberikan klarifikasi mengenai perbuatannya tersebut.

“Tiga poin penting bagi kami. Cara terbaik untuk bersiap-siap dalam pertandingan melawan Southampton adalah meraih kemenangan pada pertandingan hari ini. Saya ingin meminta maaf atas reaksi saya ketika saya diperintahkan kembali menuju bangku cadangan ketika saya gagal mencetak gol. Saya benar-benar marah kepada diri saya sendiri,” tulis Morata, sebagaimana dilansir Soccerway, Jumat (20/4/2018).

 

Melihat penyesalan yang telah diungkapkan Morata, Conte pun memberikan tanggapannya, kepada sang pemain yang hanya mencetak satu gol Liga Inggris pada musim 2018.

“Alvaro harus maah karena saat Anda memiliki kesempatan untuk mencetak gol, Anda harus mencetak gold an itu bisa mengubah kepercayaan diri Anda. Ia marah pada dirinya sendiri karena kehilangan kesempatan. Tapi saya harus melihat seluruh penampilannya dan itu tidak mungkin di masa lalu untuk bermain dengan dua penyerang,” tegas Conte.

(okezone)