Timnas Denmark di Piala Dunia 2018: Menanti Ledakan Dinamit

oleh

TIM Nasional Denmark akhirnya kembali menjejakkan kakinya ke Piala Dunia 2018 Rusia. Prestasi itu ­menjadi ajang kelima kalinya bagi Tim Dinamit tampil pada turnamen sepak bola paling akbar di dunia. ­Sebelumnya pada Piala Dunia 2014 di Brasil, Denmark gagal setelah ­takluk pada babak kualifikasi.

Langkah perjalanan Denmark untuk bisa kembali meramaikan Piala Dunia 2018 terbilang cukup berat. Mereka memastikan lolos ke Rusia setelah menang agregat 5-1 saat babak playoff melawan Republik Irlandia.

Dengan hasil tersebut, Denmark pun finis pada posisi kedua klasemen akhir babak kualifikasi Grup E Eropa dan kembali memastikan lang­kahnya untuk bersaing demi memperebutkan tiket lolos ke babak selanjutnya.

Denmark berada di Grup C bersama Prancis, Australia, dan Peru. Meski berada di grup yang terbilang memiliki kekuatan imbang, Denmark juga menjadi favorit yang diandalkan untuk bisa lolos ke babak selanjutnya.

Dari segi kekuatan, Denmark memiliki beberapa pemain yang telah memiliki jam terbang serta pengalaman mumpuni seperti Christian Eriksen (Tottenham), Nicklas Bendtner (Rosenborg), Andreas Christensen (Chelsea), Kasper Schmeichel (Leicester), dan nama-nama lainnya.

Pelatih Denmark, Age Hareide telah memilih 35 nama yang masuk ke dalam daftar tim sementara yang nantinya akan kembali dilakukan evaluasi hingga terbentuk tim inti yang akan bermain di Piala Dunia 2018 Rusia.

Denmark sendiri merupakan salah satu tim yang kuat, terorgani­sasi, dan selalu melakukan serangan cepat. Mereka kerap meng­andalkan dua pemain utamanya yaitu Nicolai Jorgensen di lini depan dan Amdreas Cornelius yang akan membantu sektor sayap.

Mereka memiliki berbagai pemain yang kuat dengan karakter yang ber­beda-beda seperti Thomas Delaney dan William Kvist di lini tengah. Begitu juga sang kapten Simon Kjaer yang saat ini memperkuat Sevilla menjadi pemain yang kuat di sektor pertahanan Denmark.

Sejak babak kualifikasi sampai playoff, Denmark hanya mampu meraih 9 gol. Meski pada di Piala Dunia nanti mereka harus lebih be­kerja keras, mungkin ini akan menjadi peluang yang baik di mana me­reka bertekad mengulang sukses se­perti saat Piala Dunia 1998, ­Denmark mampu lolos ke perempat final.

Namun, di balik kekuatan pasti ada kelemahan dari Denmark. Sektor pertahanan menjadi sorotan saat mereka tampil pada babak kualifikasi. Bahkan, beberapa pemain andalannya terancam absen karena masih dalam tahap proses penyembuhan cedera.

Meskipun demikian, Denmark tetap menatap dengan penuh optimistis jika tim tersebut dapat merepotkan tim-tim kuat dan bersaing demi meraih tiket lolos ke babak selanjutnya. Inilah yang menjadi kelebihan dari Denmark, di mana mereka memiliki pemain yang militan dan juga cukup berbahaya.

Pada Piala Dunia 2018, mantan bek Timnas Norwegia, Age Hareide, bertugas sebagai pelatih Timnas Denmark. Pengalamannya selama 32 tahun sebagai manajer diharapkan mampu membawa Denmark mencapai prestasi yang lebih baik. Dia pun memuji kekuatan pemain yang dimilikinya, termasuk penampilan Christian Eriksen yang menjadi salah satu pemain paling bersinar di Tim Denmark.

Christian Eriksen sang mesin gol

CHRISTIAN Eriksen adalah sosok pemain di balik berhasilnya Denmark kembali berlaga di Piala Dunia 2018 yang akan berlangsung di Rusia. Dia merupakan salah satu gelandang terbaik di se­pak bola dunia dan pemain yang paling berjasa untuk Denmark.

Dia menjadi pemain yang sulit dihentikan di babak kualifikasi. Eriksen mampu mencetak 10 gol untuk Denmark dari 12 laga di babak kualifikasi. Termasuk trigol saat playoff menghadapi Irlandia di mana Denmark akhirnya menang dengan agregat 5-1 dan menempati peringkat kedua Piala Dunia 2018 Zona Eropa.

Pelatih Denmark Age Hareide pun memuji penampilan Eriksen yang dinilai mampu menyaingi permainan Lionel Messi dan Chris­tiano Ronaldo. Pematin dengan nomor punggung 10 tersebut akan menjadi salah satu pemain yang berbahaya dan mampu me­re­potkan lawannya.

Bahkan Hareide menyebut Eriksen sebagai inspirasi di sekitarnya dan layak disebut sebagai pemain kelas dunia. Eriksen pun dinilai akan terus bersinar dan kelak dapat memperkuat salah satu klub ternama dunia baik di Liga Inggris maupun Spanyol. Saat ini Eriksen memperkuat klub Liga Inggris Tottenham Hotspur. Dia semakin mengembangkan permainannya sebagai gelandang pengatur serangan. Gaya bermain Eriksen pun mulai di­sejajarkan dengan Luka Modric yang juga pernah membela klub tersebut.

Sama halnya ketika tampil memperkuat Tim Nasional Denmark, Eriksen pun mampu bersinar bersama Tottenham Hotspur. Dia menikmati musim yang indah di bawah asuhan Mau­ricio Pochettino dan mampu melesakan 10 gol serta 11 assist. Catatan itu mengantarkan Tottenham menempati peringkat ketiga di Liga Inggris.

Bahkan saat ini nama pemain berusia 26 tahun tersebut dikait­kan dengan Barcelona. Barcelona mengaku sangat tertarik untuk me­rekrut Eriksen. Terutama guna menggantikan peran sang kapten Andres ­Iniesta yang baru saja mengumumkan pen­siun dari dunia sepak bola.

Bahkan, mantan penjaga gawang Denmark yang pernah tampil bersama dengan Eriksen di Piala Dunia 2010, Thomas Sorensen, menilai bahwa Eriksen telah menjelma menjadi salah satu pemain yang berhasil mengembangkan kariernya. Juga terus menunjukkan peningkatan yang signifikan

 

(PR)